Modal Sosial dan Pengembangan Desa Wisata

KETERANGAN

Judul: Modal Sosial dan Pengembangan Desa Wisata
Penulis: Muhammad Mujtabah
Editor: Saiful Arif
Sampul dan Tata Letak: Viki M
Cetakan I, April 2026
Penerbit: PT Avemedia Nusantara, Averroes Press – Perumahan D’Wiga Regency No.A3-12, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142, www.avemedia.co.id – www.avepress.com

SINOPSI

Secara epistemologi, social capital mempunyai pengertian modal yang dimiliki oleh masyarakat dalam memberdayakan masyarakat. Modal ini merupakan perpaduan antara modal material dan nonmaterial. Modal material mempunyai makna tentang kepemilikan aset-aset finansial yang dimiliki, sedangkan modal nonmaterial dapat berwujud adanya natural trust (kepercayaan) dan gathering system (sistem kebersamaan) dalam suatu masyarakat. Adapun prinsip dasar dari modal sosial adalah hanya kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki seperangkat nilai sosial dan budaya yang menghargai pentingnya kerja sama yang dapat maju dan berkembang dengan kekuatan sendiri.

Namun demikian, sebenarnya cikal bakal modal sosial muncul cukup lama. Adam Smith dan para ahli di abad ke-18 dalam kajian ekonomi telah memasukkan unsur modal sosial dengan sangat jelas. Mereka menyebutnya sebagai social contract (kontrak sosial) masyarakat sipil, di mana kedua konsep tersebut sangat menentukan kemajuan pembangunan ekonomi. Unsur penting dari social contract ini adalah apa yang disebut sebagai karakteristik jaringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *